Allah mengumpamakan yang benar dan yang batil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya, yang benar sama dengan air atau logam murni, yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia. Masih banyak lagi Allah menyatakan karunia air bagi kehidupan dunia dalam Al-Quran.
SELALU MENEMPATI RUANGAN
“Berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya…”
Sifat air, seperti yang diajarkan oleh guru di tingkat sekolah dasar, salah satunya adalah menempati ruang. Dituangkan ke dalam wadah berbentuk apapun, air akan selalu mengikuti bentukwadah itu. Begitulah air, ia dapat memosisikan dirinya sesuai situasi dan kondisi yang sedang dialaminya. Manusia sewajarnya juga mampu untuk selalu menyesuaikan satu sama lain agar terjalin komunikasi yang saling dipahami.
ENERGI VS PENYAKIT
Selain itu,manusia mengikuti filosofi air, dituntut untuk bergerak. Bila air bergerak, maka benda-benda yang ada dihadapannya akan terbawa arus. Semakin besar debit air, maka semakin besar energi yang dapat diberikan oleh air. Namun, saat air itu diam, maka ia tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap benda-benda di sekitarnya. Bahkan, air yang menggenang justru akan menimbulkan penyakit, menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk terus beramal shalih.
MENINGGALKAN YANG BASAH.
Setelah melewati suatu benda, biasanya air akan meninggalkan basah pada benda tersebut. Hal ini berlaku untuk benda tegak (vertikal), maupun mendatar. Benda yang telah dilewati air akan kering setelah beberapa saat, mulai dari hitungan detik hingga jam. Pun demikian dengan manusia, pengaruhnya dituntut untuk tetap eksis meski ia telah tiada, baik karena sudah berpindah tempat ataupun wafat.
Contoh konkret, kita dapat meneladani Muhammad, Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam. Dilahirkan dari peradaban primitif serta jauh dari perkembangan global di zamannya, beliau sanggup membumikan ajaran Islam. Ajaran yang masih paling asli hingga detik ini dari semua ajaran lain. Beliau masih meninggalkan ‘basah’yang asli hingga berabad lamanya, hatta lebih dari kemampuan air itu sendiri. Alasan inilah yang menempatkannya di posisi tertinggi dalam 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia, karya Michael H. Hart. Lalu bagaimana dengan kita? Tetaplah berusaha untuk terus melakukan ‘amal shalih agar meraih ridha Allah. Wallahu’alam.
sumber ; dakwahnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar