PERMAINAN
TRADISIONAL
Disusun Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Outdoor
Dosen
Pengampu
Yogi
Ferdi Irawan, M.Pd.

Oleh
:
NAUFAL
SYAFIQ HUSNAYAIN
OR11542
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI
OLAHRAGA DAN REKREASI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA
KEBUMEN
2016
Nama : Naufal Syafiq HNIM : OR11542
MAKUL : Pendidikan Outdoor
PRODI : PJKR B
“PERMAINAN PETAK UMPET”
Indonesia yang
kaya akan beragam kebudayaaan dan alamnnya tentu menyimpan keunikan tersendiri
dibanding dengan negara lain. Salah satunya ialah tentang
macam-macam permainan trdisional yang pernah ada. Banyak permainan
tradisional dari daerah jawa barat, jawa timur, sunda dan jawa yang pernah
populer, tetapi kini sayangnya hanya menjadi kenangan dan jarang sekali
dimainkan oleh anak-anak. Contoh permainan tradisional yang paling sering kita
mainkan dulu adalah petak umpet, kelerang, layangan dan lain sebagainya, anda
tentu pernah memainkan salah satunya bukan ?
Beragam
permainan tradisional itu sangat diminati karena jaman duhulu belum
secanggih saat ini. Dimana sekarang ini hampir semua permainan bisa dimainkan
disebuah hanphone saja. Coba bayangkan dulu di era 90-an dari anak-anak hingga
orang dewasa pasti mereka selalu bermain dengan cara yang tradisional, tetapi
memberi kesan yang tidak bisa dilupakan hingga sekarang. Untuk mengingat masa
kejayaan permainan tradisioanal tersebut kami disini akan memberikan beragam
contoh permainannya, mari kita simak:
PERMAINAN PETAK UMPET
Pertama ada
permainan yang bernama petak umpet, permainan ini dilakukan oleh lebih dari dua
orang. Caranya sangat mudah sekali. Ada satu orang yang menjadi penjaga dan
mencari temannya yang menghilang, sedangkan orang yang lain mengumpet disuatu
tempat. Misalnya bermain dengan tujuh orang, lalu dimulai dengan hompimpa untuk
menentukan siapa yang menjadi penjaga. Jika hompimpa sisa satu orang maka
langsung dinyatakan dia kalah, tetapi jika hompimpa berbanding 3:4, maka yang
tiga orang melakukan hompimpa hingga sisa satu orang yang kalah. Orang yang
kalah tersebut dinamakan kucing.
Permainan
dimulai dengan hingga kucing yang menjaga dan harus menutup matanya lalu
menghitung dari satu sampai sepuluh. Orang-orang yang lainnya harus mengumpet
di belakang pohon atau dibawah pohon, jangan sampai si kucing menemukan. Jika
si kucing melengah maka orang-orang yang lain harus segera lari menuju tempat
penjaga si kucing tadi, dan berteriak inglo. Jika sudah ada yang teriak inglo,
maka orang tersebut menjadi pemenang dan kucing tetap mencari orang-orang lain
yang masih belum ditemukan.

Si kucing terus
mencari dan jika menemukan orang yang mengumpet, maka orang tersebut menjadi
kalah dan kucing digantikan dengan orang yang kalah tadi. Begitulah permainan
tersebut dilakukan hingga permainan berakhir. Waktu permainan bisa dilakukan
pada pagi hingga siang hari. Jika sore hari biasanya anak-anak tidak boleh
keluar rumah apalagi jika menjelang magh Permainan ini sangat digemari dari
jaman dahulu sampai saat ini, tapi sekarang hanya beberapa anak saja yang
bermain permainan petak umpet, karena sekarang anak-anak hanya sibuk dengan
gadgetya dan lupa dengan teman-temannya.